Tentang Blog

Rauf, mahasiswa, haloandul@yahoo.com 

Tidak perlu memaksakan diri sekolah jika ingin menjadi seorang blogger. setidaknya itu yang sudah dibuktikan oleh Widi, panggilan akrab dari widianto, salah sorang staf CCIT Unpad. 

Baru pada tahun 2002, widi berkenalan dengan yang namanya blog. saat itu ia mengaku merasa memeroleh ruang alternatif untuk menumpahkan dan berbagi pengalaman-pengalaman hidupnya di luar diary. saat itu widi memilih blogspot, salah satu provider yang menyediakan blog secara gratis, sebagai diary-nya yang baru.

Dari sana dia mulai mengutak-atik segala fitur yang disediakan blogspot hingga dirasa cukup tahu ”ruangan” ini. sembari berkunjung ke provider-provider lain, widi menemukan bahwa wordpress menyediakan fasilitas ruangan yang lebih nyaman, mudah  dan kompak, ketimbang blogspot yang pertama kali dikenalinya. ”Saya lihat beberapa themes yang lebih variatif dan banyak pilihannya di wordpress”. yang dimaksud themes di sini adalah sebentuk lay out atau reka bentuk blog. 

Rupanya perkenalan dan kegandrungannya dengan blog membawa keberuntungan tersendiri bagi widi. melalui seorang kenalannya yang bekerja di Unpad, widi ditawari untuk ikut membantu pengembangan teknologi informasi yang ada di Unpad. saat itu, Unpad membayangkan mahasiswanya bisa memiliki blog sendiri melalui situs unpad.ac.id. begitulah, sebelum sempat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, widi sudah menjadi bagian dari civitas akademik tanpa harus menjadi mahasiswa terlebih dahulu.

Meski begitu dia berencana kuliah dengan beasiswa dari Unpad. pengalaman menarik yang dialami oleh widi berkenaan blog adalah ketika salah satu informasi tentang sebuah manual bisa bernilai komersil . Selanjutnya, melalui blog, widi juga bisa menjual beberapa barang dengan promosi yang lebih murah dan efektif.  meski diakuinya hanya sebuah ketidaksengajaan, menjadikan blog komersil memerlukan pengelolaan yang khusus. misalnya, rubrik-rubrik haruslah yang paling disukai oleh pembaca, memberikan informasi yang eye-catching. dalam blognya, widi mengaku memuat beberapa rubrik sepereti perjalanan hidup, puisi, opini dan beberapa informasi yang masih uncategorized.

Meski begitu tetap menyarankan untuk tidak tergiur mengisi blog dengan informasi-informasi porno dan berbau SARA. ia pernah mendapati sebuah blog dari malaysia yang isinya menjelek-jelekkan indonesia. ” kita bisa cegah dengan mengajak rame-rame teman kita, untuk mengklik flagsnya”. flags yang dimaksud adalah berupa ikon yang bisa diklik jika kita tidak sepakat atau tersinggung dengan informasi yang disajikan. jika jumlah yang menekan ikon ini banyak, provider bisa menutup blog yang bersangkutan. 

Hm, rasanya tidak perlu takut susah berkenalan dengan blog. bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: